Gadis Billyard
Ini adalah true story dimana peristiwa ini terjadi sekitar 7 tahun yang lalu. Aku akan menyamarkan nama- nama karakter maupun tempat yang akan kulibatkan dalam cerita ini, jadi kalau ada nama karakter yang sama dengan cerita ini, aku mohon maaf yang sebesar-besarnya. Pertama-tama aku ingin memperkenalkan diri. Aku seorang pria lajang bernama Hans dengan tinggi badan 172 cm dan berat 68 kg, berpenampilan lumayanlah untuk sekedar memikat para wanita. Aku sejak berumur 20 tahun sudah hidup berdikari. Aku kuliah (sekarang sudah lulus) dan bekerja. Aku bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupku, baik untuk makan, bayar kuliah, atau sekedar untuk bersenang- senang. Di suatu senja selepas kuliah kira-kira pukul 18 :45 aku langsung memacu motorku ke tempat nongkrong di gang Bangau di Senen. Di sana kehadiranku sangat diharapkan karena aku agak ngocol kalau diajak bercanda. "Hei Hans acara elo kemana nih ntar malam," sapa seorang teman sesampainya di sana. "Tau Lim (Kimlin) gue bingung nih, gue sih bisa kemana aja, emangnya anak-anak pada mau kemana?" "Tau tuh. Tapi si Franki ngajakin nyodok (istilah main bilyard). Mau nggak Hans?" kata Kimlin. "Gue mah boleh aja tapi anak-anak yang lain mau nggak?" "Hans, anak-anak sih mau soalnya wasitnya banyak yang cakep," "Loh mau nyodok di mana? Bukan di tempat biasa?" "Di Coxx." "O.. enak nggak di sana mejanya?" "Lebih enak lagi," Kata si monyet temanku. "Ya udah kalo anak- anak mau sih." Akhirnya kami semua berangkat ke lokasi. Sesampainya di sana kami langsung mencari meja kosong. Tentunya satu meja untuk beramai-ramai (yang kalah main ganti orang biar agak irit mainnya). Aku melihat sekeliling ruangan. Bagus juga tempatnya. Memang sih wasitnya cakep-cakep. Sambil melihat-lihat, Aku menangkap sesosok wajah yang boleh dibilang paling cantik sih dibanding wasit yang lainnya di tempat itu. "Hei Hans giliran elo tuh.." "Ha eh sorry lagi liat-liat nih," kataku. Setelah aku memukul bola, kudekati wasit yang sedang menghitung di meja kami. "Mbak, wasit yang itu namanya siapa sih?" sambil menunjuk sosok cantik yang kulihat tadi. "Kenapa tanya wasit itu? Cakep kan?" "Iya sih boleh juga." "Dea namanya. Kenapa naksir ya?" "Nggak," kataku. "Kamu kayaknya baru sekali yach dateng ke mari (tempat bilyard maksudnya)." "Iya.." "Makanya sering-sering dong kemari." Aku tersenyum sambil menjawab, "Iya deh..!" Keesokan harinya aku balik lagi ke sana. Sama anak-anak lagi. Tentunya menunggu wasit yang bernama Dea itu. Dan akhirnya bisa juga diwasitin sama si Dea. Wah semangat banget anak-anak mainnya. Ada juga yang menggoda. Aku lebih memilih untuk duduk diam sambil ngobrol sama Dea sambil mengomentari anak- anak yang bermain bilyard. Sambil mengomentari anak- anak main, diam-diam aku melihat lekuk tubuh Dea. Dia badannya bagus. Terlihat dari kaos ketat yang dia pakai. Dengan ukuran payudara sekitar 34B. Pinggulnya juga tidak terlalu besar. Yah ideal lah untuk seorang wanita. Dan yang lebih wah lagi ternyata Dea merupakan wasit primadona di sana. Jadi banyak juga pemain bilyard yang mau mengincar dia, baik diwasitin, ataupun yang lain. Ya temasuk aku juga sih. Akhirnya kami ngobrol. Aku bertanya macam-macam, tentunya pura-pura kenalan dulu sekedar basa-basi. "Dea," katanya (sambil berjabat tangan). "Hans. Kamu udah lama jadi wasit di sini?" aku membuka percakapan. "Hmm.. lama juga. Hampir 8 bulan." "Wah lumayan juga yach." "Iya." "Kamu umur berapa Dea?" "Baru 20," katanya. "Kamu?" dia balik bertanya. "Udah 23 (umur saya saat itu). Kenapa?" "Ah nggak pa-pa. Kamu kayaknya baru-baru aja yach main di sini." "Iya. Kok tau?" kataku. "Iya nggak pernah keliatan," sambil tersenyum. "Sering-sering dong kemari," katanya. "Wow pasti, soalnya ada Dea sih." dia cuma tersenyum. Berawal dari obrolan itu akhirnya aku sering main bilyard di situ, dengan Dea sebagai wasit tentunya. Terkadang aku pun sering menawarkan sesuatu seperti m inuman atau makanan (di luar gedung suka banyak orang yang jualan). Di samping itu aku pun berniat untuk mendapatkan dia. Yah untuk iseng aja soalnya aku dulu suka sekali nyobain perempuan- perempuan baik perempuan baik-baik maupun yang nakal. Tapi setelah kupikir, saingannya banyak juga karena yang bermain di sana matanya pasti melihat ke Dea. Tatapan mereka pun bukan sekedar tatapan biasa tetapi bagaikan tatapan seekor singa yang sedang mengincar seekor domba. Aku sih cuek aja soalnya aku menganggap ini suatu kompetisi. Namanya juga lagi usaha. Jadi kalau dapat syukur nggak dapat ya udah. Lagi pula Dea sepertinya memberikan lampu hijau kepadaku kalau dilihat dari sikapnya setelah beberapa kali aku datang dan diwasitin olehnya. Setelah melihat sikap Dea seperti itu, aku mencoba untuk berbicara kepadanya (berbicara serius tentunya). "Eh Dea, kayaknya aku suka nih sama kamu." rayuku gombal. "terus memangnya kenapa..?" tanyanya. "Kita jadiin yuk! mau ngak kamu.." Dia dia sejenak. "Kenapa?" Tanyaku, "Ada yang marah yach?" "Nggak. Siapa yang marah!?" "Nggak.. siapa tau aja.." kataku, "Jadi mau nih.." "Hmm," sambil mengangguk. "Yes!" kataku dalam hati. Kami pun akhirnya resmi pacaran. Tapi aku tidak menganggap serius. Dea pun kukira begitu. Jadi sekedar have fun saja. Kebetulan, dalam hatiku. Setelah kejadian tersebut aku jadi lebih sering datang ke sana terutama malam. Terkadang aku datang sendiri, terkadang bersama Kimlin, terkadang rame-rame. Yah sekedar setor muka sekalian ngobrol- ngobrol. Jika Dea tidak ngewasitin kita, setelah selesai ngewasitin meja lain dia langsung ke meja kami. Aku pun terus berpikir, "Gile nih Dea.. Body oke.. gue udah bisa jalan sama dia.. masa sih gue ngak bisa ngedapetin tubuhnya!" Sampai suatu malam kucoba mengajak dia untuk main ke tempatku (kebetulan aku kost waktu itu). "Eh Dea, acara kamu kemana selesai tugas?" "Nggak ke mana-mana kok." "Main ke tempatku mau?" "Mmm (sambil berpikir) boleh.." Yes lagi dalam hatiku. Akhirnya dengan membonceng dia, kuajak Dea ke tempat kost-ku yang lumanyan jauh jaraknya. "Yah beginilah tempat bujangan," kataku membuka pembicaraan sesudah sampai di tempat kost-ku. "Lumayanlah buat ukuran kamu yang masih sendiri. Eh Hans, ngomong-ngomong ada yang marah nggak Dea kemari?" sambil tesenyum. "Nggak kok," kataku. "Ah masa sih? Dea nggak percaya.." "Bener lagi (kebetulan aku masih single waktu itu), kenapa emangnya?" "Ah nggak apa-apa kok," kata Dea. "Dea mau minum apa? teh manis yach?" kataku. "Boleh.." Kemudian aku mulai merebus air dan membuatkan teh manis untuk Dea. Sesudah selesai aku membuatkan teh manis untuknya, kami mengobrol kembali dan ternyata Dea sudah tiduran di kasur busa ruangan kost-ku. Sambil menaruh cangkir teh di meja, aku mencoba untuk memeluknya. Ya ampun.. si junior mulai bereaksi juga nih. Soalnya dia sexy sekali. Apalagi waktu dia tiduran roknya agak tersingkap sehingga terlihat sedikit kulit mulus di balik roknya. Dengan sedikit senyum di wajahnya, dia menginginkan aku tidur di sebelahnya. Aduh mak.. bingung juga nih. Soalnya dia lebih agresif, diluar perkiraanku sih. Padahal aku ada rencana untuk memulainya. Tanpa menunggu lama lagi kubikin remang- remang ruangan di kamar kost-ku. Lalu aku tidur di sebelahnya. Deg- degan juga sih rasanya. Kemudian tanpa dikomando kami memulai saling berhadapan. Nggak tahu juga kenapa bisa bersamaan mulainya. Dia mulai memelukku kemudian aku memulai mencium keningnya. Lalu dia langsung membalas mencium leherku dan tanpa basa-basi lagi aku menyambar bibirnya yang mungil. Kemudian kami langsung berciuman dengan saling mengulum lidah kami. Gila! dalam hatiku. Nih cewek jago juga ciumannya. Kemudian dia membuka bajuku dan menempelkan lagi bibirnya di leherku. "Ssshh.." dengan lincahnya dia memainkan lidahnya di antara leher dan sekitar belakang telingaku. "Sshh.. eh Dea.." "Hemm.. kenapa lagi Say?" katanya terkejut. "Nggak ada cupang- cupangan yach?" Kemudian dia langsung menya mbarkan lagi bibirnya dengan sedikit bernafsu. Busyet deh. Aku menggeliat sedikit sambil menghindar dan Dea tersenyum. "Iya deh.. Nggak dicupang." "Suer lho gue kan malu.." "Emang gue pikirin?" katanya. Setelah selesai berbicara aku langsung menyambar bibirnya. Kemudian tanganku berusaha melepaskan kaitan bra tanpa membuka busananya terlebih dahulu. Terbuka juga. Aku langsung mengarahkan tanganku ke payudaranya. Gile bener.. 34B, ukurannya pas segenggam. Kemudian aku memainkan puting susunya. "Mmmhh.. sshh.." desisnya. Melihat kelakuanku dia sadar juga. Akhirnya dia membuka baju yang dia kenakan malam itu, dan langsung menjulanglah dua gunung yang indah menantang itu. Dia rupanya sudah mulai terangsang. Kemudian kuarahkan mulutku ke arah puting payudaranya, lalu kulumat puting susu yang ranum itu secara perlahan tapi pasti. Kujilat sekeliling puting susunya. "Mmmhh.." Dan dia pun sedikit mengejang. Mungkin akibat rangsangan yang ditimbulkan dari kuluman lidahku terhadap puting susunya. Sambil mengalungkan tangannya ke leherku, terkadang menjambak rambutku. "Ssshh.. aahh.. mmhh.." dia terus menikmati permainan lidahku terhadap putingnya. Tanpa terasa batang kemaluanku pun telah berdiri tegap. Terus terang pembaca, rasanya aku juga sudah mau keluar juga. Atas dasar itu aku menghentikan permainan lidahku dan langsung berbaring sebentar di sebelahnya. "Dea.. nyantai dulu yah. Jangan terlalu nafsu. Aku kayaknya udah diujung nih." Tanpa perkataan dia terus mengarahkan bibirnya ke puting susuku dan memainkan lidahnya. Sedikit menggeliat tubuhku karena menahan gejolak yang amat sangat. "Mmhh aahh.." Dia kemudian memainkan lidahnya dari dadaku sampai ke pusar. "Bener-bener deh nih cewek," dalam hatiku. Sambil terus memainkan lidahnya bak mandi kucing, dia mulai membuka celana yang kupakai dan, "Ups.." batang kemaluanku sudah menjulang agak miring sedikit. Sambil terus menjilati, dia memainkan batang kemaluanku. Dia begitu agresif. Akupun tidak mau ketinggalan untuk melawan agresifnya. Aku pun mulai memainkan payudaranya lagi, dia tetap menjilati seluruh tubuhku. Karena posisinya agak nungging aku mencoba untuk memasukan tanganku ke dalam roknya. Tapi tanganku ditepis. "Lho.." dalam hatiku. Tanganku dipegang olehnya dan kemudian dia merubah posisinya menjadi agak tiduran. Kemudian dia berbicara, "Hans, Dea aja yach yang puasin kamu.." "Lho kenapa?" aku bertanya keheranan. "Lagi M (mens) nih sorry nih.." Ya ampun kecele deh gue. Sambil tersenyum aku mengangguk. "Ya udah ngak apa-apa kok, lain kali aja yach Hans puasin kamu." Dia mengangguk. Lalu dia melanjutkan memainkan lidahnya. Tapi batang kemaluanku.. ya ampun.. rupanya tidak bisa menerima kenyataan ini. "Lho Hans, kenapa?" tanya Dea. "Marah nih si junior," kataku sambil tersenyum, dan Dea pun tersenyum sampai akhirnya kami berciuman dan tidur bersama menghabiskan malam itu dengan penuh kejutan- kejutan yang yang membuat kami saling tersenyum. Tentu saja hatiku sedikit dongkol. Ya gimana nggak dongkol, udah diujung tapi doi lagi palang merah, pusing.. pusing..! Setelah peristiwa malam itu aku sering mengantar Dea pulang walaupun harus bela-belain berangkat dari tempat kost-ku. Sampai tiba saat yang dinantikan yaitu ketika dia ada waktu dan mau main ke tempat kost-ku. Kejadian sama seperti yang lalu. Kali ini Dea tampil lebih sexy dengan kemeja dan span. Setelah sampai di tempat kost-ku, aku langsung memeluknya dari belakang dan menciumi leher dan belakang telinganya. Sambil tetap memeluk dia aku bertanya, "Lagi M (mens) nggak Non?" tanyaku. "Nggak.." jawabnya mesra. Kemudian dia berbalik dan bibir kami pun beradu dan saling memainkan lidah kami. "Mmmh.. ss.. mmhh.." sambil terus kami berkuluman lidah, tanganku mulai membuka kancing kemeja yang dia pakai dan tanganku pun langsung membuka pengait BH-nya. Dan menjulanglah buah dadanya. Sambil meremas-remas aku mengarahkan bibirku di puting payudaranya. Langsung aku mengulum puting payudaranya. Terkadang aku memain kan dengan jariku sehingga dia agak menggeliat-geliat. Sampai akhirnya kupapah dia ke kasur. Lalu aku membuka baju dan celanaku sehingga yang tersisa hanya celana dalam saja. Tentu saja si junior sudah ngecap di situ sampai nongol segala, seperti lagi ngintip. Kemudian dia pun membuka kemejanya dan rok spannya. Setelah dia membuka kemejanya aku langsung menjilati sekujur tubuhnya. "Mmmh.. sshh.. ahh.." Dea mendesah sambil terus aku memainkan lidahku. Aku kemudian membuka celana dalam Dea karena yang tertinggal hanyalah itu. Kemudian aku melihat kemaluannya yang ditumbuhi bulu-bulu kecil. Terkesan sensual sekali memang. Kemudian aku merubah posisiku agar aku dapat juga melihat lebih jelas, kalau perlu menjilati kemaluannya. Aku mencoba untuk mengangkangkan kedua kakinya. Alamak.. mungil sekali daging yang berwarna pink pucat itu. Kemudian tanpa aba- aba lagi langsung aku melabrak benda kecil itu. Aku menjilatinya sampai di sela-sela klitorisnya. Dia pun tidak kuasa menahan kenikmatan yang tiada tara tersebut. Aku terus memainkannya sambil menjilati cairan-cairan pelumas yang sudah membanjir sejak tadi. "Hans, eh ya udah dong, Dea udah becek banget nih," bisiknya sambil dia memutar tubuhnya untuk mendapatkan batang kemaluanku. Melihat itu aku langsung saja mengakhiri acara menjilati kemaluannya. Aku membiarkan dia menjilati seluruh tubuhku. Tentunya dengan rangsangan yang sangat hebat yang sedang menerpa dirinya. "Mmmhh.. sshh.." dia mulai memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya. "Sshh.. ahh.. mmhh.." aku menaikkan sedikit pantatku sehingga batang kemaluanku agak masuk ke dalam mulutnya. "Aaahh.. sshh.." dia pun mengocok batang kemaluanku dangan menggunakan mulutnya. Bernafsu sekali. "Mmmpp.. mmpp.. mmhh.." sambil memainkan jariku di kemaluannya, ia mendesah kembali. "Ahh.. sshh.." "Oh Hans, masukin yach.. Dea udah nggak tahan nih." Aku melihat dirinya seperti hampir dilanda gelombang orgasme yang hebat. Akhirnya dia pun menuntun batang kemaluanku ke dalam liang senggamanya (saat itu posisiku di bawah). "Bless.." Karena dia sudah basah sekali, aku pun merasakan licinnya batang kemaluanku ketika mulai menembus liang kewanitaannya. "Ahh.. sshh.. kamu hebat Hans." Aku diam saja sambil mengimbangi goyangannya. "Ssshh.. ahh.. sshh.. Hans aku keluar." Benar aku merasakan batang kemaluanku hangat di dalam liang senggamanya. Kemudian dia lemas. Aku menyuruh dia untuk posisi di bawah. Akhirnya aku menghujamkan lagi batang kemaluanku ke dalam liang kewanitaannya. "Eeeaahh.." aku menggoyangkan pantatku naik-turun dengan kakinya yang kukangkangkan. Aku merasakan dia akan orgasme lagi. Sambil menggigit bibir bawahnya dia menatapku penuh harap supaya aku memuncratkan cairan kejantananku. "Ssshh.. aahh.. sabar yach Dea," aku terengah-engah, "Sebentar lagi.." Aku menggoyangkan pantatku secara cepat dan akhirnya.. "Ssshh.. ahh.. uuhh.." Aku menekan batang kemaluanku di liang kewanitaannya. "Aaahh.." aku langsung mencium keningnya dan dia memelukku sambil berucap kecil, "Aku sayang kamu Hans, kamu hebat." Aku hanya diam saat itu. Akhirnya kami pun melakukannya setiap ada kesempatan. Sampai pada akhirnya dia tidak bekerja lagi di Coxx, dan aku pun tidak tahu lagi keberadaannya. Aku sudah mencoba bertanya kepada teman- temannya yang ada. Mereka hanya bilang, Dea ada masalah keluarga. Harus pulang mendadak. Sampai saat ini pun aku tidak pernah bertemu Dea lagi, kemana aku harus mencari. Aku tidak tahu lagi. Aku coba telepon tempatnya. Ya katanya sama, sudah pulang kampung. Akhirnya ini hanya menjadi kenangan di mana aku selalu teringat dengan Dea jika sedang melewati tempat main bilyard Coxx. Sekarang aku sudah berkeluarga. Biarlah ini menjadi kenangan yang tidak akan pernah kulupakan, karena dengan sedikit kegigihan aku berhasil mendapatkan seorang Dea yang ternyata dia adalah seorang wasit primadona dan diperebutkan oleh laki- laki lain bak sebuah kompetisi.
TAMAT
Akibat Dari Internet
Ini adalah kisah nyataku, Pertama aku ingin memperkenalkan
diri dahulu, aku adalah seorang wanita berusia 27 tahun,
namaku...katakan lisa, tempat tinggalku di semarang, dan sudah
setahun menikah, tetapi entah kenapa belum mempunyai anak,
walaupun hubungan sex kami (dengan suami) lakukan dengan rutin
dan lancar, kehidupan sex kami biasa biasa saja, bahkan
cenderung membosankan, karena menurutku kurang bervariasi,
tapi aku tidak pernah berselingkuh dengan orang lain selama
ini, karena suamiku sangat menyayangi aku bahkan cenderung
memanjakanku. Tapi kesetiaanku ini berakhir sampai tanggal 19
Juni 1999 (hari Sabtu). Hal ini dimulai dengan perkenalanku
dengan dunia internet sejak sebulan yang lalu. Secara rinci
aku tidak menjelaskan bagaimana aku belajar internet, tetapi
sampai suatu waktu aku berkenalan dengan seorang cowok dalam
acara chatting di web idola.
Ketika ini aku sedang belajar tentang bagaimana untuk ber
chatting di internet, temanku mengajari aku untuk masuk ke web
idola, lalu masuk ke forum chattingnya. Ketika aku sudah masuk
ke forum, ada yang mengirimi aku private message, ternyata
seorang cowok yang berusia 30 tahun, berkeluarga, juga belum
mempunyai anak, namanya...katakan andy, berasal dari jakarta,
bekerja di sebuah perusahaan asing yang sedang mengerjakan
sebuah proyek maintenance jalan KA (jakarta-surabaya), tetapi
perusahaan itu mempunyai kantor cabang di cirebon dan
semarang, hingga andy sering melakukan tugas meninjau kantor
cabangnya, termasuk di semarang.
Setelah kami berkenalan lewat
chatting, lalu dia juga kadang kadang menelepon (dari
jakarta)...mungkin pakai telepon kantor, tetapi kami belum
pernah bertemu muka, sampai pada tgl 16 juni 1999 andy
menelepon aku, dan mengatakan bahwa dia sedang berada di
semarang untuk urusan kerja dan menawari aku untuk berkenalan
dan bertemu muka. Pertama kali aku ditawari begitu, aku agak
bingung, karena hal seperti ini adalah sangat baru bagiku,
sudah mengenal seseorang, tapi belum pernah bertemu, dan
sekarang akan bertemu orang tsb. Tapi akhirnya aku menyetujui
dan akhirnya kita membuat janji untuk bertemu pada hari sabtu
pagi (karena kantor andy libur, hingga andy mempunyai waktu
untuk bertemu). Kita menetapkan tempat bertemunya di lobby
hotel graha santika (tempat andy menginap) jam 9 pagi.
Pada hari dan jam yang sudah kita tentukan, aku datang kesana
sendirian, karena suamiku masih bekerja di perusahaannya
(perusahaan tempat suamiku bekerja tidak libur pada hari
sabtu), tetapi sampai disana aku tidak menjumpai andy,
akhirnya aku bertanya ke bagian reception, dan menanyakan
apakah ada tamu bernama andy dari jakarta, setelah di check,
ternyata ada, dan aku diberi tahu no kamarnya. Akhirnya aku
telepon ke kamarnya, dan andy mengangkat telepon, aku menanyakan apakah dia lupa dengan janji bertemunya, andy
menjawab bahwa dia tidak lupa, tetapi karena semalam dia harus
bekerja menemani tamu sampai larut malam, akhirnya dia
terlambat bangun, bahkan sekarang belum mandi. Aku dapat
memakluminya, tetapi aku bingung apakah aku harus menunggu di
lobby sampai dia selesai mandi, dsb, atau harus bagaimana,
akhirnya andy menawarkan bila aku tidak keberatan, aku dapat
naik ke kamarnya dan menunggu di ruang tamu di kamarnya
(ternyata kamarnya mempunyai ruang tamu sendiri, semacam suite
room atau apa aku tidak menanyakan), aku agak bingung juga,
tapi akhirnya aku menyetujui untuk naik ke kamarnya.
Sesampai didepan kamarnya, aku pencet bel, lalu tidak lama
kemudian andy membuka pintu. Ternyata andy mempunyai wajah
yang ganteng sekali, dan tubuhnya juga sangat macho, setelah
kita ber basa basi diruang tamu kamarnya, andy bilang permisi
untuk mandi sebentar dan mempersilahkan aku untuk main
komputernya (dia membawa komputer kecil...notebook..?), dia
bahkan membantu aku untuk meng connect kan ke internet, lalu
andy meninggalkanku untuk mandi. Setelah aku sendirian, aku
mencoba untuk masuk ke web untuk chatting, tetapi entah kenapa
kok tidak bisa masuk web tsb, setengah teriak aku menanyakan
ke andy, dan andy menjawab mungkin web tsb lagi down, dan andy
menyarankan untuk mencoba saja web yang lain, caranya lihat di
historynya (aku tidak mengerti artinya..), tetapi karena aku
tidak punya kerjaan, aku mencoba bagaimana caranya untuk
membuka historynya (itupun dengan cara saling teriak dengan
andy), sampai akhirnya aku dengan tidak sengaja membuka web,
ini yang pertama aku membuka cerita seru, ternyata isinya
adalah cerita cerita sex dengan bahasa indonesia, lalu aku
mencatat alamat webnya, dengan pertimbangan mungkin aku akan
buka lagi di rumah. Lalu aku mulai membaca cerita cerita yang
ditampilkan, terus terang aku mulai terangsang karena membaca
cerita sex tsb, aku merasa celana dalamku mulai lembab karena
vaginaku mulai basah. Sampai akhirnya andy selesai mandi, dan
keluar menemuiku. Pertama dia kaget melihat aku sedang membaca
web cerita seru, akupun sangat malu melihat dia memergoki aku
sedang membaca cerita seru, dan segera aku men disconnect
komputernya ke internet dan menutup layar web cerita seru tsb,
tetapi karena andy sudah terlanjur melihat aku membaca cerita
seru, setelah beberapa waktu dia diam, akhirnya dia tertawa
dan menanyakanku apakah aku pernah masuk ke web tsb, aku
dengan malu malu menjawab belum. Andy bertanya lagi, bagaimana
ceritanya..?, aku bingung menjawabnya..sampai andy tertawa
lagi..kali ini sampai terpingkal pingkal...akhirnya aku juga
ikut tertawa.
Setelah suasananya agak mencair, kami mulai ngobrol lagi,
tentu dengan topik internet, ternyata andy sangat menguasai
internet, hingga aku dijelaskan banyak mengenai dunia
internet, baru aku tahu bahwa internet tidak hanya digunakan
untuk chatting dan kirim e mail saja, ternyata sangat banyak manfaatnya. Bahkan andy menjelaskan bahwa di internet kita
dapat membuka web...dewasa, misalnya cerita seru, dan web yang
menampilkan gambar gambar....sex, aku agak penasaran dengan
penjelasannya yang terakhir, dan rupanya andy mengetahui
keingin tahuan ku, lalu dia menawarkan untuk mencoba
penjelasannya dengan membuka web web dewasa tsb, rupanya
komputer andy mempunyai satu bagian..(favourite..?), yang
isinya adalah alamat web web dewasa, hingga kita tidak perlu
tiap kali menuliskan melalui keyboard, setelah andy membuka
web porno tsb, aku sangat kaget, karena isinya adalah gambar
sepasang cowok-cewek sedang berhubungan sex, terus terang aku
baru pertama kali melihat gambar gambar semacam itu, hingga
aku sangat malu dan tidak tahu harus bagaimana..., tapi
sejujurnya aku mulai terangsang dengan melihat gambar tsb,
tetapi kemudian andy mengganti web tsb dengan web lain yang
isinya juga tentang orang berhubungan sex, tetapi yang
ditampilkan adalah film (movie), ini juga pertama kali aku
melihat film orang bermain sex, ternyata film film semacam itu
juga sama dengan blue film (kata andy)..sejujurnya aku belum
pernah melihat blue film, melihat cewek mencium bahkan
mengulum penis sampai mengeluarkan sperma.., dan cowok
menciumi vagina cewek....
Aku mulai merasa panas dingin melihat nya, mungkin aku mulai
terangsang berat, dan entah bagaimana dan kapan mulainya
ternyata andy sudah memelukku dan mulai meraba payudaraku,
pertama aku ingin berontak, karena aku merasa ini tidak boleh,
tetapi entah bagaimana aku tidak bisa melakukan apa apa, aku
diam saja bahkan menikmati perlakuannya, sampai tangan andy
mulai menjelajah turun ke vagina ku, aku merasa celana dalamku
sangat basah, andy lalu mulai membuka pakaianku, entah
bagaimana aku diam saja, hingga aku sekarang hanya memakai
celana dalam dan BH, lalu aku ditarik masuk ke kamarnya dan
aku ditidurkan di tempat tidurnya yang besar, disini andy
mulai menciumi bibirku, terasa sangat hangat, tangan andy
tidak berhenti memainkan payudara dan vaginaku, hingga aku
merasa sangat terangsang sekali, lalu andy mulai membuka BH
dan celana dalamku, dan mulai menciumi puting payudaraku, aku
sudah pasrah dengan perlakuannya, dan sudah setengah sadar
dengan apa yang dia lakukan, karena aku sudah sangat
terangsang sekali, sampai ketika dia mulai menciumi vaginaku,
aku merasakan hal yang sangat enak sekali (suamiku belum
pernah menciumi vaginaku), aku merasa ada sesuatu yang akan
meledak dari dalam vaginaku, sampai ketika aku membuka mata,
ternyata andy sedang membuka pakaian nya sampai dia telanjang
bulat, ternyata andy mempunyai penis yang besar sekali,
mungkin sekitar 18 - 20 cm, dengan bulu yang lebat, lalu andy
mendekatkan penis di mulutku, sambil dia melanjutkan menciumi
vaginaku.
Aku mengerti dengan keinginannya, karena aku baru
melihat di web porno tadi, ada yang saling menciumi penis dan vagina dengan posisi cewek diatas mengulum penis, dan cowok
dibawah menciumi vagina. Walaupun aku belum pernah melakukan
hal tsb, tetapi karena aku sangat terangsang dan juga setengah
sadar, aku masuk kan penis andy kedalam mulutku, terasa sangat
susah karena penis andy besar sekali, tetapi aku berusaha
meniru cara mengulum penis (seperti di web), dan ternyata andy
mulai terangsang dengan kulumanku, aku merasakan penisnya
mulai mengeras. Sampai suatu saat andy melepaskan penisnya dan
membalikkan posisinya hingga penisnya tepat berada didepan
vaginaku dan andy mulai menekan penisnya kedalam vaginaku, aku
merasakan hal yang sangat enak sekali, yang belum pernah aku
rasakan dengan suamiku, ketika andy mulai mengocok penisnya
(mungkin karena penisnya sangat besar), setelah beberapa waktu
andy mengajak untuk berganti posisi (aku belum pernah
berhubungan sex dengan berganti posisi, biasanya dengan
suamiku aku hanya berhubungan secara biasa saja), andy
menyuruh aku tengkurap setengah merangkak, dan dia lalu
memasukkan penisnya dari belakang, ternyata posisi ini sangat
merangsang aku, hingga dari vaginaku terasa ada yang
meledak..(inikah orgasme..?), setelah sekian waktu andy belum
juga mengeluarkan sperma, andy lalu mencabut penisnya lagi dan
menyuruhku untuk duduk dan dia memasukkan penisnya dari bawah,
posisi ini kurang enak buat aku, karena terasa sakit diperut,
ada yang terasa menyodok perutku, untung posisi ini tidak
berlangsung lama, karena andy akan mengeluarkan sperma, andy
lalu mencabut penisnya dan mengocok penisnya sendiri didepan
mukaku, sampai ketika dia memuncratkan spermanya, aku tidak
sempat mengelak, hingga spermanya muncrat mengenai mukaku,
bahkan ada yang masuk ke mulutku, terasa asin, aku bingung
sekali ketika andy memintaku untuk menyedot penisnya, aku agak
jijik, tetapi aku pikir sudah kepalang basah, dan aku ingin
merasakan bagaimana rasanya menyedot penis yang sedang
mengeluarkan sperma, lalu aku akhirnya menyedot penisnya,
terasa ada sesuatu yang kental masuk kedalam mulutku, rasanya
asin, dan ternyata aku menyedotnya terlalu keras, hingga andy
mendesis desis...entah keenakan atau kesakitan.., sampai
akhirnya penisnya mengecil...
Setelah aku membuang spermanya dari mulutku ke tissue, aku
terlentang sambil beristirahat, ternyata andy langsung mulai
menciumi vaginaku lagi, sampai aku merasa orgasme
lagi...ternyata rasanya enak sekali bila vagina diciumi,
setelah selesai kami berdua masuk kamar mandi untuk
membersihkan sperma dimukaku dan mencuci vaginaku, andy juga
mencuci penisnya. Ini adalah pertama kali aku berselingkuh
dalam perkawinanku, aku merasa berdosa terhadap suamiku,
tetapi bagaimanapun telah terjadi, dan aku tidak ingin suamiku
mengetahui rahasiaku.
Penyanyi Dangdut Bispak Toge Bugil
(klik pada peyudara si bispak untuk melihat ukuran asli gambar)
Artis dangdut koplo ngentot di hotel
penyanyi dangdut br-Toket gede dan seksi montok
Artis dangdut bispak cantik manis montok payudara seksi
Penyanyi dangdut masih ABG payudara besar dan kencang
Cantiknya artis dangdut toge montok
penyanyi dangdut bugil bisa dibooking
penyanyi dangdut bugil pemuas nafsu lelaki hidung belang
Penyanyi Dangdut Bispak Toge Bugil
penyanyi dangdut wanita bugil ngentot dengan pria di hotel
Langganan:
Entri (Atom)








Shimazaki Asuka
, Posted in








































